i’m not your yesterday
s for suuu
kau yang seharusnya IV
seharusnya itu tidak terbatas
sepertinya aku mengenalmu sebelum aku lahir
tapi mungkin, menginjak beberapa waktu dulu
baru aku mengenalmu dengan baik
di raut wajahmu
seakan - akan memanggilku
menghentikan setiap aktivitas di kampusku
tapi terkadang aku memberikan respon tidak baik
seperti anak - anak lainnya
ada perasaan yang tidak gampang diucapkan kepadamu
“aku sayang kamu, ibu”
diteruskan oleh air mata yang mengintip di ujung mata
“dasar lelaki, susah sekali untuk menangis”
terima kasih, ya, ibu
kau yang seharusnya III
kau bernafas teratur
di ranjang tidurmu
guratan halus khas lanjut usia
membuka kenangan tentang dusta - dustaku
bisa saja
kau menghilang
dan aku tidak bisa mencari hilangmu
sebelum dusta - dustaku itu kau maafkan
aku hanya lelaki kecil yang biasa
menulis ini untuk pemberian yang tidak bernilai
ini adalah bentuk kasih sayang dalam balutan lainnya
ibu
kau yang seharusnya II
beliau nampak menua
disaat kau menginjak kepala dua
kau mulai meninggikan harga diri
melepaskan diri darinya
harga dirimu terkadang buta
malu jika harus sekedar menceritakan kisah pahitmu
kau tidak sadar
beliau memiliki pengalaman
dan kau masih kepala dua
terakhir
sebelum kau tidak hidup bersamanya
kau mendatangi beliau
bersama pasanganmu
beliau hanya berkata
“ayah ikut denganmu, nak”
beliau pun bersiap
dengan kau disampingnya
menemanimu
sampai kau benar - benar siap untuk dilepas
beliau,
kau sekarang menceritakannya kepada anakmu
kau yang seharusnya
beliau
tersebab banyak hal
mulai terlihat keriput di wajahnya
pikirannya dipenuhi olehmu
dan terkadang pikiranmu tidak memenuhinya
beliau yang seharusnya
ada di pikiranmu
beliau terlihat menua di kursi goyangnya
tersenyum bahagia
melihatmu menggandeng tangan anakmu
beliau
pendengarannya mulai berkurang
tidak bisa lagi menemani cerita - ceritamu
beliau
tidak bisa dibedakan lagi tangisannya
beliau menangis
melihatmu sekarang dengan keadaan
yang bahagia
dan kau yang seharusnya disayang, ibu
kenangan
kita saling bergandengan tangan
mengikat dalam tali
kita saling bercerita
mengikat dalam ucapan
kita saling mendengar
mengikat dalam udara
kita pernah berjalan bersama
mennyimpul senyum di jalanan
kenangan
pahit dan manis
melebur menjadi kenangan
untuk kata yang tidak pantas
lupakan saja
ini untuk bersama
tidak ada yang ingin disakiti
kita hanya saling menjaga perasaan masing - masing
pahit . keputusan harus tetap diambil .
—terima kasih untuk beberapa hari belakangan ini .
